Portal & Informasi Seputar Bandung Raya

Awug Cibeunying Terus Mengukus Tak Pupus Oleh Zaman

Salah satu toko awug yang sudah terkenal yaitu Awug Cibeunying. Toko inilah yang menjadi pelopor bagi pedagang awug di Kota Bandung bahkan seluruh Indonesia. Toko ini sudah 5 dekade berdiri.

Latar belakang berdirinya toko tersebut terinspirasi dari kue putu yang pada awalnya awug merupakan sajian makanan pada saat syukuran dengan bentuk tumpeng.

Meskipun namanya Awug Cibeunying akan tetapi lokasinya berada di Jalan A. Yani No. 361 Kelurahan Kacapiring. Nama Cibeunying diambil karena pada mulanya hanya berdagang Awug menggunakan gerobak dan berlokasi di samping Apotek yang bernama Apotek Cibeunying.

Oleh karenanya pembeli lebih akrab memanggil tersebut dengan Awug Cibeunying sampai berdirinya toko saat ini. Toko ini buka setiap hari pada jam 07.00 WIB sampai 19.00 WIB.

Anak Pendiri Toko Awug Cibeunying, Rizky Ahmad Fauzi mengatakan, meski makanan internasional semakin marak di Kota Bandung, tetapi produksi awug tetap berjalan normal. Bahkan semakin hari semakin meningkat.

Hal itu karena dirinya memanfaatkan teknologi seperti ojeg online yang mempermudah konsumen dalam memesan makanan.

“Konsumen semakin sini semakin naik. Ditambah lagi ada Gofood, Grabfood dan Shopee Food. Jadi bisa mempermudah konsumen,” aku Rizky, Senin 13 Februari 2023.

“Kalau di hari libur bisa memproduksi hingga 1 kuintal. Kalau hari biasa, sekitar 50 kiligram,” imbuhnya.

Selain Awug, di Toko ini juga menjual makanan tradisional khas sunda lainnya seperti gemblong, gurandil, klepon, jiwel dan lain-lain.

“Kurang lebih ada 30 macam jajanan tradisional sunda yang kami jual. Seperti klepon, aliagrem, jiwel, dan gurandil,” ujar Rizky.

Di toko ini, awug memiliki cita rasanya yang kuat dan teksurnya lembut. Hal itu karena awug diproduksi melalui proses yang sangat diperhatikan. Dimulai dengan penggilingan beras, pencampuran bahan dan pengkukusan menggunakan alat-alat yang higienis.

Awug Cibeunying yang memang sudah dikenal ini memang belum menyediakan fasilitas untuk makan di tempat. Kini Rizky berkeinginan tokonya mengunakan metode parasmanan. 

“Kita ingin pembeli bisa mengambil sendiri. Sehingga konsumen tinggal ke kasir,” harapnya.

So, tunggu apalagi, yuk kita ke sana. (weilly/tegar/gita/yuda-magang). source: bandung.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *