Portal & Informasi Seputar Bandung Raya

Korban Keracunan Nasi Kotak di Gununghalu Tersisa 5 Orang

Korban keracunan di Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang dirawat di RSUD Cililin tersisa 5 (lima) orang dari total warga yang keracunan mencapai 106 orang.

Sementara di Puskesmas DTP Gununghalu semuanya sudah pulang. Pada Kamis (16/2) pagi enam orang pulang, sehari sebelumnya 30 orang yang pulang.

“Sampai kamis sore tinggal lima korban keracunan yang masih dirawat di RSUD CIlilin. Informasi yang saya peroleh, kondisi mereka terus membaik. Katanya, besok (Jumat) mereka juga sudah bisa pulang,” kata Kepala Desa Cilangari, Sabana.

Ia menyebut, meski korban sudah pulang ke rumahnya masing-masing namun tetap mendapat pantauan dari petugas kesehatan Puskesmas DTP Gununghalu.

Sabana menyampaikan, rombongan Camat Gununghalu, Hari Mustika dan Kepala Puskesmas DTP Gununghalu, dr. Edi Junaedi datang menjenguk korban keracunan di rumahnya masing-masing. Selain itu, Plh. Sekda, Asep Wahyu juga datang dan memberikan bantuan seperti cairan pembersih lantai dan cairan disinfektan.

Baznas KBB juga turut serta memberikan bantuan sembako kepada para korban. “Kalau cuaca cerah akan dilakukan penyemprotan cairan disinfektan. Namun dari kamis pagi sampai sore terus diguyur hujan, jadi penyemprotan batal dilakukan,” tandasnya.

Diketahui, sebanyak 106 warga Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu mengalami keracunan usai menyantap nasi kotak acara Rajaban (Isra Mi’raj) di Masjid As Saniyah, Sabtu (11/2) malam.

Kasus keracunan massal ini mengundang keprihatinan Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan yang sedang melaksanakan Umrah. Ia mengatakan, usai mendapat kabar keracunan pihaknya meminta Dinkes KBB dan RSUD Cililin untuk melakukan penanganan cepatdan pelayanan maksimal kepada para korban keracunan.

“Dinkes sudah turun menangani korban keracunan. Saya berdoa semoga semuanya pulih,” kata Hengki Kurniawan, Senin (14/2).

Ia menyampaikan rasa prihatinnya atas peristiwa yang menimpa warganya tersebut. Pemerintah terus berupaya optimal agar para korban mendapat penanganan terbaik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *